Mengenal bullying
Bullying sendiri memiliki arti dalam bahasa Indonesia yang berarti penindasan. Menurut kbbi penindasan adalah.....
tin·das v, me·nin·das v 1 menindih (menghimpit, menekan) kuat-kuat atau dengan barang yang berat: ia ~ kutu anjing; 2 memperlakukan dengan sewenang-wenang (dengan lalim, dengan kekerasan); menggencet; memperkuda (memeras dan sebagainya): Pemerintah menindak tengkulak yang ~ rakyat kecil di pedesaan; 3 memadamkan (pemberontakan dan sebagainya) menguasai dengan paksa; memerangi (memberantas dan sebagainya) dengan kekerasan: sudah tiba waktunya untuk mengambil tindakan konkret ~ penyelundupan; untunglah tentara berhasil dengan cepat ~ pemberontakan itu;
Dalam bahasa Indonesia juga bullying dapat diartikan perundungan. Menurut kbbi perundungan adalah....
run·dung v, me·run·dung v 1 mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan: anak itu ~ ayahnya, meminta dibelikan sepeda baru; 2 menimpa (tentang kecelakaan, bencana, kesusahan, dan sebagainya): ia tabah atas kemalangan yang telah ~ nya
Dari dua kata tersebut menindas dan merundung kita bisa tarik kesimpulan arti bullying yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menyarang atau menggangu seseorang dengan sewenang wenangnya, biasanya pembullying atau si pelaku melakukan bullying kepada orang yang lebih lemah; kepada orang yang memiliki kedudukan lebih rendah; bahkan kepada orang yang memiliki tingkat sosial yang rendah.
Salah satu contohnya dalam dunia pekerjaan yaitu atasan yang mengejek karena bawahannya atau anggotanya memiliki pangkat lebih rendah dari atasannya dan memiliki tingkat gaji yang berbeda. Itu salah satu contoh bullying secara verbal yang mungkin hal tersebut dianggap hanya bercandaan saja.
Kasus bullying pasti selalu ada dimanapun kondisi lingkungan yang ada, tetapi coba mari kita fokus kepada lingkungan sekolah karena lingkungan sekolah menjadi salah satu lingkungan yang sering menjadi tempat bullying yang dilakukan oleh anak anak kepada temannya sendiri. Kasus bullying dalam lingkungan sekolah juga sering disepelekan oleh berbagai pihak, mulai dari para siswa; guru; mungkin juga para orang tua siswa. Hal inilah yang menyebabkan bullying yang semakin menjalar bahkan sudah menjadi kegiatan yang dibiasakan karena menganggap hal sepele. Tetapi bullying yang merupakan hal remeh, hanya dilakukan secara verbal tetapi jika dilakukan secara terus menerus maka si pelaku bisa saja mulai meningkatkan perundungan secara non verbal dan akan semakin memparah.
Bagaimana cara menghentikan bullying yang semakin memparah ini? Sekolah harus peduli terhadap segala tindakan yang dilakukan siswa mulai dari hal kecil bahkan sekolah mampu memberikan edukasi tentang bullying dan penerapan sehari hari disekolah, dan jika terjadi bullying maka sekolah harus melindungi si korban agar mental dan kepercayaan diri nya menurun. Untuk pelaku guru harus bertindak untuk adil, karena jika dibiarkan maka pelaku akan merasa memiliki kepercayaan diri yang berlebihan yang mengarah pada kesombongan dan kekuasaan diri pada siswa Lainnya.
Peran lingkungan keluarga juga bisa terlibat untuk mengedukasi anak tentang bullying, dan bagaimanapun juga lingkungan keluarga adalah lingkungan terdekat atau lingkungan pertama anak memiliki karakter yang dibentuk dari kebiasaan orang tua dan aktivitas anak dirumah. Jika kondisi dirumah sangat tidak kondusif, orang tua sering bertengkar maka kemungkinan anak tersebut bisa menjadi pelaku bullying bahkan bisa menjadi korban bullying.
Bullying bisa terjadi dimanapun dan Tidak melihat kondisi, kita semua harus peduli terhadap tindakan ini agar bullying tidak menjadi kebiasaaan buruk dalam sebuah lingkungan dimanapun itu.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar