Cinta Dalam Hubungan Pacaran yang baik
Dalam kehidupan sosial, manusia diciptakan untuk memiliki hubungan antar manusia satu dengan lainnya. Baik itu hubungan melalui pertemanan, persahabatan, dan hubungan antar laki laki dengan perempuan melalui pacaran serta hubungan lain yang masih banyak lagi.
Hubungan tersebutlah membuat manusia terikat satu dengan lainnya.
Pengertian pacaran menurut kbbi
pa·car1 n teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih;
ber·pa·car·an v bercintaan; berkasih-kasihan: kedua remaja itu sudah ~ sejak mereka duduk di kelas tiga sekolah menengah tingkat atas;
me·ma·cari v menjadikan sebagai pacar; mengencani: sudah lama ia ~ gadis itu;
pa·car·an v cak berpacaran
Adapula pengertian pacaran menurut ahli
1. Menurut DeGenova & Rice (2005) pengertian pacaran adalah menjalankan suatu hubungan dimana dua orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat saling mengenal satu sama lain.
2. Menurut Bowman (1978) pacaran adalah kegiatan bersenang-senang antara pria dan wanita yang belum menikah, dimana hal ini akan menjadi dasar utama yang dapat memberikan pengaruh timbal balik untuk hubungan selanjutnya sebelum pernikahan di Amerika.
3. Benokraitis (1996) menambahkan bahwa pacaran adalah proses dimana seseorang bertemu dengan seseorang lainnya dalam konteks sosial yang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan sesuai atau tidaknya orang tersebut untuk dijadikan pasangan hidup.
Pacaran bisa menjadi hal yang baik sekaligus dapat menjadi hal buruk untuk pribadi manusia. Hal baik yang didapatkan adalah
1. Mengurangi stres.
2. Meningkatkan rasa percaya diri.
3. Membantu dalam proses mendewasakan diri.
4. Memberi motivasi untuk hidup lebih sehat.
5. Mengatasi kesepian.
6. Memelihara kesehatan dan fungsi jantung.
7. Meningkatkan daya tahan tubuh.
8. Bisa saling memotivasi dan mendukung
Dan memiliki hal atau dampak buruk jika dilakukan untuk tujuan tertentu.
1. Bila mendapat pasangan yang tidak benar maka bisa terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, berhubungan seksual sebelum menikah.
2. Emosi belum stabil sehingga mudah terjadi keributan.
3. Terpengaruh dengan lingkungan yang buruk.
4. Tidak fokus kepada diri sendiri
Dari dampak keduanya tersebut bisa kita uraikan jika pacaran dapat memberikan dampak positif bila dilakukan tepat dan sesuai usia, karena usia juga merupakan hal penting. Jika seorang anak dibawah 18 tahun berpacaran maka secara emosional masih kurang dan dapat berakibat buruk bahkan parahnya bisa terjadi pernikahan dini atau terjerumus pada hal seksual dan hanya mementingkan pasangannya.
Maka dari itu pacaran yang paling tepat, sehat dan positif jika kedua pasangan yang benar benar harus siap secara mental, fisik dan perilaku untuk menghindari hal hal buruk dan dapat memiliki tujuan pasangan yang baik untuk berpacaran hingga sah secara hukum.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar